Thursday, November 15, 2018

pengantar pendidikan

PENGANTAR PENDIDIKAN
Manusia dan Pendidikan
  Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Wujud sifat hakikat manusia mencakup: kemampuan menyadari diri, kemampuan bereksistensi, pemilikan kata hati, moral, kemampuan bertanggung jawab, rasa kebebasan (kemerdekaan), kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak, kemampuan menghayati kebahagiaan. Sedangkan dimensi-dimensinya meliputi: dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagamaan.
Sifat hakikat manusia dan segenap dimensinya hanya dimiliki manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipil dunia hewan dari dunia manusia.
Adanya sifat hakikat tersebut memberikan tempat kedudukan pada manusia sedemikian rupa sehingga derajatnya lebih tinggi daripada hewan dan sekaligus menguasai hewan, terutama kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia.
Korelasi antara manusia dan pendidikan dapat terlihat pada pernyataan: semua sifat hakikat manusia dapat dan harus ditumbuhkembangkan melalui pendidikan dan berkat pendidikan, maka sifat hakikat dapat ditumbuhkembangkan secara selaras dan berimbang sehingga menjadi manusia yang utuh.
Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan
Pengertian pendidikan dapat dilihat dari beberapa segi, yaitu:
a.       Pendidikan sebagai proses transformasi budaya; pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi lain.
b.      Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi; pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
c.       Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara; pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
d.      Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja; pendidikan diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja.
Adapun tujuan pendidikan adalah memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
Landasan dan Asas-Asas Pendidikan serta Penerapannya
Landasan pendidikan mencakup:
1.      Landasan filosofis, yaitu landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafat, falsafah).
2.      Landasan sosiologis, yaitu memandang kegiatan pendidikan sebagai proses interaksi antara dua individu.
3.      Landasan kultural, yaitu memandang pendidikan selalu terkait dengan manusia, sedang setiap manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan pendukung kebudayaan tertentu.
4.      Landasan Psikologis, yaitu memandang pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia.
5.      Landasan ilmiah dan teknologis, yaitu memandang iptek menjadi bagian utama dalam isi pengajaran; dengan kata lain, pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.
Asas-asas pokok pendidikan meliputi:
1.      Asas Tut Wuri Handayani. Asas ini dilengkapi  dengan dua semboyan, yaitu:
  • Ing ngarsa sung tulada (jika di depan, menjadi contoh),
  • Ing madya mangun karsa (jika di tengah-tengah, membangkitkan kehendak, hasrat atau motivasi),
  • Sedangkan Tut Wuri Handayani sendiri berarti jika di belakang, mengikuti dengan awas.
2.      Asas belajar sepanjang hayat, meliputi:
  • Dimensi vertikal, yakni kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan, dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.
  • Dimensi horizontal, yakni kurikulum sekolah meliputi keterkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.
3.      Asas kemandirian dalam belajar.
Perkiraan dan Antisipasi terhadap Masa Depan
Perkiraan masyarakat masa depan dapat terlihat pada karakteristik berikut:
1.      Kecenderungan globalisasi yang semakin kuat
2.      Perkembangan iptek yang makin cepat
3.      Perkembangan arus informasi yang semakin padat dan cepat
4.      Kebutuhan/tuntutan peningkatan layanan profesional dalam berbagai kehidupan manusia.
Upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan:
a.       Perubahan nilai dan sikap
b.      Pengembangan kebudayaan
c.       Pengembangan sarana pendidikan
Pengertian, Fungsi dan Jenis Lingkungan Pendidikan
Latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat (Umar Tirtaraharja et. al., 1990: 39-40). Istilah lain dari lingkungan pendidikan ini adalah: keluarga disebut informal, sekolah disebut formal dan masyarakat disebut nonformal.
Pengertian lingkungan pendidikan di atas berkesesuaian dengan pengertian pendidikan sendiri yang berarti suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak, khususnya keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan.
Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, budaya), utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal.
Aliran-Aliran Pendidikan
Beberapa aliran pendidikan dan penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.      Aliran klasik dan gerakan baru dalam pendidikan, meliputi:
a.     Aliran empirisme: menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan.
b.    Aliran Nativisme: menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan, termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
c.     Aliran Naturalism: pendidikan tidak diperlukan, yang dilaksanakan adalah menyerahkan anak didik ke alam, agar pembawaan yang baik itu tidak menjadi rusak oleh tangan manusia melalui proses dan kegiatan pendidikan itu.
d.    Aliran Konvergensi: proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting.
e.     Gerakan baru, meliputi: pengajaran alam sekitar, pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja, pengajaran proyek, dan sebagainya.
2.      Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia, yakni:
a.     Perguruan kebangsaan taman siswa
Tujuh asas dari taman siswa, yaitu:
1)      Setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat terbitnya persatuan dalam perikehidupan umum.
2)      Pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekan diri.
3)      Pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.
4)      Pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat.
5)      Untuk mengejar kemerdekaan hidup yang sepenuhnya lahir maupun batin hendaknya diusahakan dengan kekuatan sendiri, dan menolak bantuan apa pun dan dari siapa pun yang mengikat, baik berupa ikatan lahir maupun ikatan batin.
6)      Sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan.
7)      Dalam mendidik anak-anak perlu adanya keikhlasan lahir dan batin untuk mengorbankan segala kepentingan pribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak.
b.    Ruang pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) Kayu Tanam
Enam dari dari 29 asas pendidikan INS, yaitu: ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kesusilaan, kerakyatan, kebangsaan, gabungan antara pendidikan ilmu umum dan kejuruan.
Permasalahan Pendidikan
Jenis permasalahan pokok pendidikan meliputi: masalah pemerataan pendidikan, masalah mutu pendidikan, masalah efisiensi pendidikan, masalah relevansi pendidikan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan, yaitu: perkembangan iptek dan seni, laju pertumbuhan penduduk, aspirasi masyarakat, dan keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan.
Dua masalah yang dihadapi dunia pendidikan sangat luas dan kompleks, yakni: Pertama, karena sifat sasarannya yaitu manusia merupakan makhluk misteri yang mengundang banyak teka-teki. Kedua, karena pendidikan harus mengantisipasi hari depan yang juga mengundang banyak pertanyaan. Oleh karena itu, agar masalah-masalah pendidikan dapat dipecahkan, maka diperlukan rumusan tentang masalah-masalah pendidikan yang bersifat pokok yang dapat dijadikan acuan bagi pemecahan masalah-masalah praktis yang timbul dalam praktek pendidikan di lapangan.
Sistem Pendidikan Nasional
Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) merupakan satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. SISDIKNAS Indonesia ini disusun berlandaskan kepada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasar pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai kristalisasi nilai-nilai hidup bangsa Indonesia.
Adapun Tujuan Pendidikan Nasional dinyatakan di dalam UU RI No. 2 Tahun 1989 Pasal 3, yaitu:
(a)    Terwujudnya bangsa yang cerdas
(b)    Manusia yang utuh, beriman, dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa
(c)    Berbudi pekerti luhur
(d)   Terampil dan berpengetahuan
(e)    Sehat jasmani dan rohani
(f)     Berkepribadian yang mantap dan mandiri
(g)    Bertanggung jawab pada kemasyarakatan dan kebangsaan.
Kelembagaan Pendidikan
a.       Jalur Pendidikan: Jalur Pendidikan Sekolah & Jalur Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
b.      Jenjang Pendidikan: Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi (bisa berupa: akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas)
Program dan Pengelolaan Pendidikan
a.       Jenis Program Pendidikan: pendidikan umum, kejuruan, luar biasa, kedinasan, pendidikan keagamaan.
b.      Kurikulum Program Pendidikan: kurikulum nasional & kurikulum muatan lokal.
Pendidikan dan Pembangunan
Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu, pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan. Dikatakan juga bahwa pendidikan mengarah ke dalam diri manusia, sedangkan pembangunan mengarah ke luar yaitu ke lingkungan sekitar manusia.
Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat pada beberapa segi:
(a)    Segi sasaran
(b)   Segi lingkungan
(c)    Segi jenjang pendidikan
(d)   Segi pembidangan kerja atau sektor kehidupan
Dan secara makro, sebagai wujud pembangunan, sistem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain bertalian erat, yaitu:
  • Aspek filosofis dan keilmuan
  • Aspek yuridis atau perundang-undangan
  • Struktur
  • Kurikulum yang meliputi materi, metodologi, pendekatan, orientasi.
Pendidikan mempunyai misi pembangunan. Mula-mula membangun manusianya, selanjutnya manusia yang sudah terbentuk oleh pendidikan menjadi sumber daya pembangunan. Pembangunan yang dimaksud baik yang bersasaran lingkungan fisik maupun yang bersasaran lingkungan sosial yaitu diri manusia itu sendiri.

Thursday, November 8, 2018

manajemen sumber daya manusia pendidikan

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN
Salah satu bidang penting dalam Administrasi/Manajemen Pendidikan adalah berkaitan dengan Personil/Sumberdaya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan, baik itu Pendidik seperti guru maupun tenaga Kependidikan seperti tenaga Administratif. Intensitas dunia pendidikan berhubungan dengan manusia dapat dipandang sebagai suatu perbedaan penting antara lembaga pendidikan/organisasi sekolah dengan organisasi lainnya, ini sejalan dengan pernyataan Sergiovanni, et.al(1987:134) yang menyatakan bahwa:
”Perhaps the most critical difference between the school and most other organization is the human intensity that characterize its work. School are human organization in the sense that their products are human and their processes require the sosializing of humans”
ini menunjukan bahwa masalah sumberdaya manusia menjadi hal yang sangat dominan dalam proses pendidikan/pembelajaran, hal ini juga berarti bahwa mengelola sumberdaya manusia merupakan bidang yang sangat penting dalam melaksanakan proses pendidikan/pembelajaran di sekolah.
Sumberdaya manusia dalam konteks manajemen adalah ”people who are ready, willing, and able to contribute to organizational goals (Wherther and Davis, 1993:635). Oleh karena itu Sumberdaya Manusia dalam suatu organisasi termasuk organisasi pendidikan memerlukan pengelolaan dan pengembangan yang baik dalam upaya meningkatkan kinerja mereka agar dapat memberi sumbangan bagi pencapaian tujuan. Meningkatnya kinerja Sumber Daya Manusia akan berdampak pada semakin baiknya kinerja organisasi dalam menjalankan perannya di masyarakat.
Meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia memerlukan pengelolaan yang sistematis dan terarah, agar proses pencapaian tujuan organisasi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini berarti bahwa manajemen Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan, besar atau kecil, apapun jenis industrinya (Schuller and Jackson, 1997:32), aspek Manajemen Sumberdaya Manusia menduduki posisi penting dalam suatu perusahaan/organisasi karena setiap organisasi terbentuk oleh orang-orang, menggunakan jasa mereka, mengembangkan keterampilan mereka, mendorong mereka untuk berkinerja tinggi, dan menjamin mereka untuk terus memelihara komitmen pada organisasi merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi (De Cenzo&Robbin, 1999:8). Menurut Barney (Bagasatwa,(ed),2006:12) sistem Sumber Daya Manusia dapat mendukung keunggulan kompetitif secara terus menerus melalui pengembangan kompetensi SDM dalam organisasi.
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu dan seni yangmengatur proses pemanfaatan Sumber Daya Manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial dan sangat menentukan dalam suatu organisasi, dan perlu terus dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi maupun bagi pengembangan dirinya.
Dalam era yang penuh dengan perubahan, lingkungan yang dihadapi oleh manajemen Sumber Daya Manusia sangatlah menantang, perubahan muncul dengan cepat dan meliputi masalah-masalah yang sangat luas. Berdasarkan penelitian dan sumber-sumber lain menurut Mathis (2001:4) dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebagai berikut (a) perekonomian dan perkembangan teknologi; (b) ketersediaan dan kualitas tenaga kerja; (c) kependudukan dengan masalah­-masalahnya; (d) restrukturisasi organisasi. Oleh karena itu mengelola Sumberdaya manusia menjadi sesuatu yang sangat menentukan bagi keberhasilan suatu organisasi, kegagalan dalam mengelolanya akan berdampak pada kesulitan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang akan menentukan pada kinerja organisasi, ketepatan memanfaatkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia serta mengintegrasikannya dalam suatu kesatuan gerak dan arah organisasi akan menjadi hal penting bagi peningkatan kapabilitas organisasi dalam mencapai tujuannya. Untuk lebih memahami bagaimana posisi Manajemen SDM dalam konteks organisasi diperlukan pemahaman tentang makna Manajemen SDM itu sendiri, agar dapat mendudukan peran Manajemen SDM dalam dinamika gerak organisasi.

Manajemen Sekolah Dasar (SD)

MANAJEMEN SEKOLAH DASAR (SD)
     Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penyiapan anak-anak untuk menghadapi kehidupannya di masa mendatang. Bahkan gejala proses pendidikan ini sudah ada sejak manusia ada, meskipun proses pelaksanaannya masih sangat sederhana.
   WYS Purwodarminto (Kamus, 1976) mengartikan kata Pendidikan sebagai perbuatan (hal, cara) mendidik, sedang arti kata mendidik adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
     Para pembelajar manajemen pendidikan mengenal dengan pasti isilah manajemen pendidikan dalam dua dekade ini. Pilihan penggunaan istilah tersebut lebih banyak disebabkan anggapan “keren” menggunakan istilah manajemen dibandingkan administrasi. 
 Administrasi pendidikan adalah manajemen kelembagaan yang bertujuan untuk membantu perkembangan dan penyelenggaraan pengajaran dan pembelajaran, (Campbel dkk, 1983). Sedangkan manajemen pendidikan mengandung makna “Management is getting things through people” atau “Management is working with and through individuals and groups to accomplish organization goals” (Hersey dan Blanchard, 1977).
  Walaupun istilah manajemen dan administrasi tidak selalu memiliki makna yang sama, kehati-hatian perlu dikerjakan untuk menetapkan konteks dan acuannya. Karena itu, untuk menghindari perbedaannya, Mc. Farland (1974) lebih suka menggunakan kedua istilah itu dalam makna yang sama atau saling bergantian.
Pendidikan merupakan sebuah sistem. Oleh sebab itu, perlu adanya manajerial sistem tersebut supaya keteraturan dan kesesuaian tercapai serta tujuan pendidikan nasional terwujud.
   Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang termuat dalam BAB II UU RI NO. 20 TAHUN 2003 tentang SISDIKNAS adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
     Manajemen pendidikan tidak dapat lepas dari sistem perencanaan pendidikan. Karena pengaplikasian program pendidikan tanpa adanya perencanaan yang baik akan terjadi ketidak efektifan dan ketidak efisiennya sistem yang ada. Sehingga istilah perencanaan, manajemen dan administrasi sering disebut tahapan dalam berlakunya sistem. Sehingga muncul slogan “If you fail to plan, you are planning to fail”, yang artinya “Jika kamu gagal merencanakan, kamu berarti merencanakan kegagalan”.

Manajemen Sekolah
  Sesuai dengan tujuan manajemen pendidikan (Produktivitas, kualitas, efektivitas, dan efisiensi), maka setiap instansi pendidikan memiliki program-program aktivitas untuk mencapai tujuan instansi maupun tujuan pendidikan nasional.
      Sekolah merupakan instansi pendidikan yang paling bawah dari struktur lembaga pendidikan nasional. Sekolah pun bertindak sebagai organisasi sosial memandang organisasi dalam konteks sistem sosial yang memiliki tujuan tertentu dan merupakan tujuan bersama. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran maupun dalam penetapan kebijakan di sekolah harus memperhatikan nilai dan norma yang ada di masyarakat sosialnya. Sehingga nantinya menghasilkan anak didik yang bermoral dan berintelektual yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Struktur kepengurusan sekolah yang paling tinggi diduduki oleh kepala sekolah. Kepala sekolah, selain sebagai pemimpin juga memiliki peranan sebagai administrator pendidikan dan supervisor pendidikan.
Manajemen di sekolah terbagi atas beberapa bagian, yakni :
1. Manajemen tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan
2. Manajemen administrasi
3. Manajemen kurikulum
4. Manajemen mutu
5. Manajemen kelas
6. Manjemen sarana dan prasarana

Manajemen Di Sekolah Dasar (SD)
Manajemen di Sekolah Dasar (SD), diantaranya mencakup :

1. Manajemen tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan
   Penyiapan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang handal perlu diperhatikan dengan cermat. Karena dua golongan tersebut sangat berpengaruh terhadap mekanisme aktivitas yang ada di sekolah.
   Tenaga pendidik (Guru) sebagai staf sekolah bertugas dalam pelaksanaan pengajaran di sekolah. Disini sudah ditetapkan untuk tenaga pendidik di tingkat Sekolah Dasar (SD) diampu jengang pendidikan minimal S-1, tentunya yang berasal dari jurusan kependidikan. Supaya tidak terjadi kekeliruan atau salah ajar terhadap peserta didik. Disini tenaga pendidik yang berkompeten yang memiliki skill yang mampu membangkitkan budaya belajar aktif peserta didik.
   Sedangkan tenaga kependidikan pun juga harus selektif dipilih dengan baik. Supaya dalam pengelolaan administrasi pendidikan yang ada di sekolah berjalan dengan baik. Jenjang pendidikan minimal untuk tenaga kependidikan pun diusahakan minimal S-1 bidang manajemen kependidikan.
   Administrasi yang dilaksanakan oleh tenaga kependidikan diantaranya pengaturan kurikulum, penjamin mutu, tata persuratan, keuangan, pelaporan program sekolah, dsb. Semua hal tersebut harus dilaksanakan dengan baik agar terciptanya sistem pendidikan yang komprehensif.

2. Manajemen administrasi atau ketata usahaan
  Dalam manajemen administrasi ini dilakukan oleh tenaga kependidikan. Tugasnya mengenai pelaporan data statistik, pelaporan keuangan dan pelaporan program selolah. Dalam kegiatan administrasi di Sekolah dasar terbagi atas tugasnya masing-masing personal stafnya, antara lain bagian keuangan (bendahara), bagian tata persuratan, bagian data statistik siswa, bagian data statistik guru dan pimpinan, bagian akademik atau intrakulikuler dan bagian ekstrakulikuler.
    Di Sekolah Dasar yang terpenting ada manajerial yang menghubungkan informasi sekolah kepada orang tua siswa. Supaya terkonrol secara signifikan mekanisme yang ada di sekolah.

3. Manajemen kurikulum
    Dalam hal manajemen kurikulum ini diatur oleh pimpinan sekolah. Di Sekolah Dasar pembagian kurikulum atas kurikulum wajib dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat dan kurikulum muatan lokal yang merupakan ciri khas daerahnya masing-masing.
      Kurikulum tersebut dikemas sedemikian rupa dan dilengkapi serangkaian proses dari mulai perencaan sampai pada tahapan pelaksanaan yang terstruktur. Dalam manajemen kurikulum ini juga meliputi penyesuaian buku ajar da buku pegangan siswa, sehingga perlu diperhatikan dengan baik.
   Di Indonesia, sudah menjadi tradisi bahwa pergantian kursi pemerintahan khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berimbas juga pada perubahan kurikulum pendidikan nasional. Jadi, sekolah harus pandai-pandai memanaj kurikulum tersebut dengan baik.

4. Manajemen mutu
     Manajemen Peningkatan Mutu (MPM) pendidikan merupakan bentuk manajemen yang berupaya untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas atau mutu pendidikan. Peningkatan mutu yang dimaksudkan diantaranya kinerja guru, hasil belajar siswa, kinerja pimpinan, dan kinerja tenaga kependidikan sekolah.
     Peningkatan mutu ini dimaksudkan untuk mencapai standart kualitas pendidikan nasional yang berakreditasi sangat baik. Di samping itu juga dalam MPM terkandung beberapa upaya, antara lain :
a) Mengendalikan proses yang berlangsung di lembaga pendidikan atau sekolah baik kurikuler maupun administrasi
b) Melibatkan proses diagnose dan proses tindakan untuk menindaklanjuti diagnoses
c) Peningkatan mutu harus didasarkan atas data dan fakta, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif
d) Peningkatan mutu harus dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan
e) Peningkatan mutu harus memberdayakan dan melibatkan semua unsur yang ada di lembaga pendidikan
f) Peningkatan mutu memiliki tujuan yang menyatakan bahwa sekolah dapat memberikan kepuasan kepada siswa, orang tua dan masyarakat. 

5. Manajemen kelas
   Manajemen kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi : tujuan pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruang dan peralatan, dan pengelompokan siswa dalam belajar. (Alam S : 1B)
    Kegiatan pengelolaan dalam manajemen kelas, antara lain : Pertama, Mengatur orang (kondisi emosional) berupa tingkah laku, kedisiplinan, minat/perhatian, gairah belajar dan dinamika kelompok. Kedua, Mengatur fasilitas belajar mengajar (kondisi fisik) berupa ventilasi, pencahayaan, kenyamanan, letak duduk dan penempatan siswa.
   Di Sekolah Dasar manajemen kelas sesuai dengan tujuan menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996), sebagai berikut :
a) Mewujudkan seituasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin
b) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran
c) Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabotan belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa di kelas.
d) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.
Dari uraian di atas, guru kelas merupakan orang yang paling penting dalam melakukan pendekatan kepada siswa. Sehingga terbentuk sinergi yang kuat dan terbinanya interaksi baik antara guru dan siswa di kelas.

6. Manajemen sarana dan prasarana
   Dalam upaya manajerial yang paling penting menurut penulis ialah manajemen sarana prasarana. Sesuai pepatah Jawa “Ajining rogo soko busono” juga diimplementasikan di sekolah dengan dilengkapinya sarana prasarana berupa gedung, sarana penunjang belajar juga sarana yang tampak lainnya. Karena citra baik tidaknya kualitas sekolah yang pertama kali dilihat masyarakat ialah dari segi tampilan luarnya.
      Kegiatan belajar mengajar siswa kurang optimal jika sarana dan prasarana yang ada kurang memadai, sehingga masing-masing lembaga sekolah berlomba-lomba memperbaiki dan mengadakan sarana prasarana yang optimal. Untuk menghadapi hal tersebut perlu adanya manajemen sarana prasarana dengan baik. Manfaatnya untuk memberdaya gunakan dengan baik sarana prasarana dengan perencanaan, pengadaan dan pengontrolan yang tepat.
“MANAJEMEN SEKOLAH DASAR (SD)”
Manajemen Pendidikan
Iklan